Skip to main content

perjalanan paperclip Challenge

00:05:38:39

perjalanan paperclip Challenge

kami disuruh utnuk menghadiri acara untuk membahas sebuah challenge yang diberikan oleh Politeknik idn. di sana diberitahu bahwasannya sebuah klip kertas harus ditukarkan ke 10 barang berbeda.

aku dan temanku berinisiatif untuk datang ke Jakarta. agar bisa mendapatkan barang yang lebih dibutuhkan. dan kami juga berdiskusi apa saja yang ingin bahwa ke Jakarta.

saat itu saya menyarankan untuk membawa bekal dikarenakan Jakarta adalah kota yang serba mahal. karena waktu itu saya berdiskusi pada saat malam hari jadi saya bingung bekal apa yang harus saya bawa untuk esok hari. Akhirnya saya mendapatkan ide untuk membeli sarden sebagai bekal.

kemudian aku menyuruh temanku untuk memasak nasi saat sebelum tidur. dan di sinilah kendala di mulai, ketika ingin tidur teman saya memberitahu saya kalau beras yang kami miliki sudah habis. Saya tidak mengkhawatirkan hal itu, karena saya bisa membeli nasi di jalan dan memasak lauknya di rumah.

Minggu 11 Agustus 2024

saya sebelumnya ingin berangkat sehabis shalat subuh. Maka dari itu saya melakukan persiapan pada jam 03.00, seperti mandi kemudian memasak bumbu hingga persiapan itu selesai pada azan subuh. Baru setelah Subuh saya memasak lauk untuk dibawa, dan kendala terjadi lagi. Saat saya ndak memasak lauk, gas yang kami miliki habis. Jadi mau tidak mau saya membawa bekal. Kemudian masih ada satu mangkuk nasi yang tersisa, yaitu nasi kemarin. Meskipun saya tidak membawa bekal saya berinisiatif untuk memasak sarapan agar kami kuat di perjalanan. Saya mendapat ide untuk memasak nasi goreng di magicom.

Setelah proses itu pun kami bersiap untuk melakukan perjalanan panjang dari kos kami yaitu di dayeuh ke stasiun Nambo. Kami mengenakan helm dan membawa tas Kemudian kami langsung pergi. Dan kami pun sampai di stasiun Nambo.

Ketika saya ingin masuk ke pintu utama stasiun Nambo nampaknya saya mengalami kendala lagi. Ya itu saya lupa membawa Kartu KMT

Untuk akses masuk pintu tersebut.

Padahal pada waktu malam hari saya sudah mengisi saldo dari kartu tersebut. Mau tidak mau saya harus mengisi saldo go-pay saya untuk membeli tiket kereta menuju stasiun Jakarta kota.

Sesudah masuk stasiun Nambo,

Kami melihat kereta yang sudah menunggu di pagi hari.

Kereta itu terlihat sepi dikarenakan stasiun Nambo adalah stasiun paling ujung di jalur Bogor.

Saya pun masuk ke dalam kereta Yang sepi itu. Nampak banyak kursi yang kosong di sana. Aku beralih salah satu kursi untuk duduk kemudian menunggu kereta untuk berangkat.

Selang setengah jam kemudian, kereta pun mulai bergerak. Di sana aku tertidur sejenak karena sudah bersiap dari jam 03.00 pagi.

Aku tidur hingga melewati beberapa stasiun kemudian ketika terbangun aku melihat kereta ini sudah ramai dinaiki oleh banyak orang.

Kemudian aku melanjutkan tidurku sampai tiba di stasiun Jakarta kota.

Ini bukan pertama kalinya aku tiba di kota tua. Akan tetapi tetap saja indah untuk dipandang.

Di sana aku bertemu teman-temanku yang sedang memperjuangkan tantangan ini.

Dan ternyata banyak sekali. Kami pun berfoto dengan klip kertas yang kami genggam, Agar bisa menjadi kenangan.

Setelah itu, aku dan temanku pergi ke arah kota tua akan tetapi temanku ingin pergi ke pasar Asemka. Awalnya aku ingin mengikuti akan tetapi aku mengurung niatku untuk melakukan pertukaran kepada pedagang karena kemungkinan suksesnya tidak besar.

Akhirnya di sana aku terpisah dengan temanku untuk melakukan pertukaran kepada tujuan masing-masing.

Di sana Aku berkeliling di mana aku bisa menukarkan klip kertas ini menjadi suatu barang yang lebih berharga. Ya aku berpikir mungkin orang akan paham akan tetapi terkadang orang juga menganggap kita ini aneh atau penipu dll.

Aku pun mencari hingga 1 jam lamanya berkeliling akan tetapi karena aku agak malu. Jadi akan susah bagiku untuk menemukan orang yang mau untuk bertukar.

Di sana Aku melihat turis luar negeri berkeliaran. Aku pun berinisiatif untuk bertukar kepada turis tersebut. Kemudian aku menemukan satu turis kemungkinan dia adalah orang Singapura. Karena memiliki mata sipit dan fasih berbahasa Inggris.

Aku pun bertanya kepadanya :

I’m sorry can i take moment of your time?

Dia menjawab :

Sure.

Aku bertanya lagi :

Here i being challenged by my college the turn this paper clip into more valuable stuff.

Dia bertanya :

What do you prefer?

Di sana pun aku mati kata karena aku tidak tahu arti dari kata “prever” ini. Aku kebingungan kemudian dia berkata lagi :

I will take this paper clip and turn that into money. But i don’t have simple money i just save a big value money like 100K.

Dan kemudian dia mengeluarkan suatu di kantong nya.

So this is for you, i give it to you.

It’s free.

Dia kemudian memberiku snack biskuit bermerek Arden. Tanpa meminta paper clip Yang kumiliki.

Ya aku pun menerimanya dari situ aku pun pergi mencari orang kedua.

Di sini barulah berproses agak lama. Untuk mencari orang kedua inilah aku berjalan mengelilingi kota tua sebanyak lima kali dan menghabiskan waktu selama 2 jam. Hal itu dikarenakan rasa maluku untuk menawarkan suatu hal kepada orang lain.

Namun secara kebetulan ketika aku sedang berjalan ada seseorang yang memanggilku.

Awalnya aku menghiraukan panggilan itu karena mungkin itu adalah panggilan untuk orang lain akan tetapi ketika Aku menoleh panggilan itu ternyata menuju pada diriku. Dia memanggilku untuk memotret dirinya dengan pemandangan kota tersebut. Kan aku orangnya sedang membantu jadi aku pun membantu dia. Dia memulai dengan beberapa pose kemudian selesai.

Setelah itu karena kebetulan orang ini meminta bantuan kepadaku, aku pun menawarkan barang untuk ditukar.

Dia pun ragu dan kemudian dia menanyakan kepadaku kampus mana yang menyuruhku untuk menyelesaikan program ini. Dan aku memberitahu kampus idn kepadanya. Dia tidak tahu, wajar.

Karena idn bukanlah instansi yang terkenal seperti kampus-kampus lain. Aku menyuruhnya lain kali untuk mencarinya di Google.

Dan sayangnya dia tidak memiliki barang apapun yang bisa ditukar oleh barang yang aku punya. Kemudian aku berinisiatif bagaimana kalau barangnya aku punya ini aku jual dengan harga 2.000 rupiah. Dia pun mengangguk setuju.

Kemudian dia mengeluarkan uang sebesar 5.000 rupiah, lalu aku menyala. Ini jadinya 5.000 saja?

Dia pun mengangguk setuju. Dan merelakan uang 5.000 rupiah tersebut.

Karena barang kedua berbentuk uang, akan sangat mudah untuk mencari barang ketiga yaitu dengan membelinya. Di sana aku berinisiatif untuk membeli minuman dengan harga 5.000 rupiah. Akan tetapi ketika aku berkeliling ke pedagang-pedagang kaki lima yang berjejeran di depan stasiun. Mereka memberitahuku harga minuman mereka yaitu teh pucuk harum adalah 7.000 rupiah.

Kemudian aku mencari lagi pedagang yang lain. Hingga aku temukan seorang pedagang yang menjual teh pucuk harum seharga 5.000 rupiah. Tanpa berlama-lama aku pun membelinya. Dan di sini pun aku mulai percaya diri tanah barang yang aku punya.

sekarang sudah memiliki nilai lebih dari sebelumnya.